Friday, 30 May 2014

Tugas 2 BI

TUGAS 2A. HURUF BESAR DAN MIRING

  1.  Masih berkaitan dengan hal tersebut sistem tata udara juga masuk dalam teknis refrigerasi yang meliputi, air condition, Freezer, lemari es. Seharusnya kata Freezer dicetak miring dan huruf kecil pada awal kata, dan kata air condition dicetak miring menjadi : Masih berkaitan dengan hal tersebut sistem tata udara juga masuk dalam teknis refrigerasi yang meliputi, air conditionfreezer, lemari es.
  2. Pemanasan global yang diakibatkan rumah kaca, penebangan liar (illegal logging). Seharusnya kata illegal logging dicetak miring menjadi : Pemanasan global yang diakibatkan rumah kaca, penebangan liar (illegal logging).
  3. Gas yang betul-betul memenuhi hukum-hukum gas sempurna (perfect gas). Seharusnya kata perfect gas dicetak miring menjadi : Gas yang betul-betul memenuhi hukum-hukum gas sempurna (perfect gas).
  4. selain satuan-satuan diatas juga sering digunakan satuan dalam British Unit yaitu psi (pounds per square inc). Seharusnya kata British Unit dan pounds per square inc dicetak miring menjadi : selain satuan-satuan diatas juga sering digunakan satuan dalam British Unit yaitu psi (pounds per square inc).
  1. Karena udara mempunyai massa dan juga mendapat pengaruh grafitasi bumi maka ia akan memberikan tekanan pada bumi yang dikenal dengan tekanan atmosfir (Atmospheric Pressure). Seharusnya Atmospheric Pressure dicetak miring menjadi : Karena udara mempunyai massa dan juga mendapat pengaruh grafitasi bumi maka ia akan memberikan tekanan pada bumi yang dikenal dengan tekanan atmosfir (Atmospheric Pressure).
  1. Humidity dan kondisi serta juga dipengaruhi oleh tingi permukaan air laut. Seharusnya kata Humidity dicetak miring menjadi : Humidity dan kondisi serta juga dipengaruhi oleh tingi permukaan air laut.
  1. Bourdon tube yang dirancang untuk mengukur tekanan diatas tekanan atmosfir disebut pressure gages. Seharusnya kata Bourdon tube dan pressure gages dicetak miring menjadi : Bourdon tube yang dirancang untuk mengukur tekanan diatas tekanan atmosfir disebut pressure gages.
  1. Mol absolut(absolut zero)adalah temperatur pada mana berhentinya gerakan molekuler dalam suatu substansi. Seharusnya kata absolut zero dicetak miring menjadi : Mol absolut(absolut zero)adalah temperatur pada mana berhentinya gerakan molekuler dalam suatu substansi.
  1. Sedangkan dalam british satuan panas adalah Btu (british thermal Unit). Seharusnya Btu dicetak huruf besar, dan kata british thermal Unit dicetak miring dan tiap awal huruf dicetak huruf besar : Sedangkan dalam british satuan panas adalah BTU (British Thermal Unit).
  1. Perubahan wujud dari cair menjadi gas disebut menguap(evaporation). Seharusnya kata evaporation dicetak huruf miring menjadi : Perubahan wujud dari cair menjadi gas disebut menguap(evaporation).

TUGAS 2B MENJAWAB ASPEK PENALARAN 

1          1. Penalaran induktif
       Untuk menanggulangi hal tersebut semua industri, maupun hunian
       menggunakan pelayanan pengkondisian udara. Maka lebih dikenal dengan sistem
       tata udara. Masih berkaitan dengan hal tersebut sistem tata udara juga masuk
       dalam teknis refrigerasi yang meliputi, air condition, Freezer, lemari es.



2          2. Penalaran indukti
            Untuk menanggulangi hal tersebut semua industri, maupun hunian
menggunakan pelayanan pengkondisian udara. Maka lebih dikenal dengan sistem
tata udara. Masih berkaitan dengan hal tersebut sistem tata udara juga masuk
dalam teknis refrigerasi yang meliputi, air condition, Freezer, lemari es.


3. penalaran deduktif 
    
 Pemanasan global yang diakibatkan rumah kaca, penebangan liar
(illegal logging), jumlah penduduk yang selalu meningkat membuat para ahli
teknologi berusaha agar keseinmbangan alam yang dihuni senyaman
mungkin, maka system refrigrasi/ teknik pendingin diciptakan.

4. penalaran deduktif 
Penulisan tugas akhir ini adalah mengurai dari system refrigrasi yang
termasuk didalamnya yaitu lemari es.


5. penalaran deduktif 
Karena minimnya peralatan praktek tertulis elektro pada Universitas Muhammadiyah semarang, penulis membuat peralatan yang ada hubungannya denngan praktek untuk digunakan mahasiswa nantinya berupa Praktikum Dasar Konversi Energi. 



TUGAS 5. MEMBUAT JURNAL

Nama              : Hikmatul Mardiyah
NRM                : 5115122602
Prodi                : Pendidikan Teknik Elektro Reguler 2012
e-mail              : hikmatulmardiyah0410@gmail.com

Skripsi yang diamati :

Judul                            : SIMULASI PENGALIH DAYA OTOMATIS BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)
Penulis                         : FAJAR RICA SUHADA
NIM                             : 5115082319
Jurusan                        : Teknik Elektro
Fakultas                       : Teknik
Universitas                  : Universitas Negeri Jakarta
Tahun Lulus                 : 2013



SIMULASI PENGALIH DAYA OTOMATIS
BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)
Fajar Rica Suhada
Hikmatul Mardiyah


Judul
SIMULASI PENGALIH DAYA OTOMATIS BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

Abstrak
FAJAR RICA SUHADA. Pembuatan Simulasi Pengalih Daya Otomatis Berbasis Programable Logic Controller. Pembimbing DARYANTO dan ARIS SUNAWAR.
            Pelitian ini bertujuan untuk membuat sistem pengalih daya otomatis menggunakan PLC. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium PLC Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta pada bulan Oktober 2012 sampai Januari 2013. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium yaitu membuat dan melakukan uji program AVR sistem dengan bantuan Code Vision dan PLC kemudian menerapkannya pada simulator rangkaian instalasi penerangan. Instrumen dari penelitian ini adalah PLC, software CX-Programmer, sensor arus ACS 712 20 A, simulator grup beban.
            Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan kalibrasi sensor arus ACS 712 20 A dengan bantuan AVR Sistem dan software Code Vision, dilanjut dengan membuat program diagram ladder, pengujian dilakukan pada hardware dan software. Hasil pengujian kemudian dianalisis berdasarkan kriteria dari hardware.
            Dari hasil pengujian hardware, ketelitian sensor arus hampir mendekati dengan alat ukur amperemeter. Program ladder dibuat melalui software Cx – Programmer dapat bekerja sesuai yang diinginkan setelah mendapat input dari sensor arus. Simulator rangkaian instalasi listrik satu fasa yang telah mengalami beban lebih dapat memindahkan sebagian bebannya menuju grup beban cadangan dengan bantuan relai setelah mendapatkan perintah dari PLC dan ketika keadaan normal maka kembali kekondisi semula. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem pembagi daya otomatis ini dapat bekerja setelah PLC mendapatkan input dari sensor arus ketika terjadi beban lebih kemudian untuk memindahkan sebagian bebannya menuju grup beban cadangan agar tidak terjadi pemutusan aliran listrik. Kata Kunci: sensor arus, PLC, overload, instalasi listrik.


Pendahuluan
Kebutuhan energi listrik (tenaga llistrik) baik di sektor rumah tangga, gedung perkantoran, maupun industri meningkat tajam seiring dengan tingkat pendapatan masyarakat dan pertumbuhan industri. Dengan kebutuhan listrik masyarakat dan industri yang terus berkembang secara pesat maka suplai tenaga listrik menjadi sebuah kebutuhan utama. Akibatnya timbul persoalan dalam menghadapi kebutuhan daya listrik yang tidak tetap dari waktu ke waktu. Mengingat begitu besar dan pentingnya kebutuhan listrik, untuk itu diperlukan pasokan energi listrik yang prima dan selalu dapat memenuhi permintaan, yaitu dengan kualitas (kapasitas) dan kapasitas (sistem tegangat) yang sesuai.
Pemakaian beban yang melebihi kapasitas daya pada suatu kelompok beban akan megakibatkan overload. Pemakaian beban berlebih ini dapat menyebabkan trip pada MCB. MCB yang mengalami trip ini akan mengakibatkan beban kehilangan daya secara langsung. Apabila hal ini terjadi terus menerus akan mengakibatkan beban-beban seperti alat elektronik, motor listrik, AC, maupun mesin industri tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan lebih cepat rusak.

Bahan dan Metode
Tempat penelitian adalah di Laboratorium PLC di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNJ. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan November 2012 sampai Januari 2013.
Metode yang akan digunakan dalam melakukan penelitian adalah metode eksperimen laboratorium yaitu membuat dan melakukan uji program kemudian menerapkannya pada simulator pembagian grup beban.
Penelitian yang akan dilakukan yaitu merancang sebuah sistem kontrol pembagi daya otomatis ketika terjadi overload. Sistem pembagi daya otomatis akan bekerja dengan menggunakan PLC produk omron yang telah diprogram melalui sebuah PC dengan memanfaatkan software Cx – Programmer. Langkah-langkahnya meliputi:
1.      Membuat flowchart cara kerja sistem pembagi daya otomatis
2.      Melakukan perancangan penggawatan pada grup beban yang akan diteliti.

Hasil
Berdasarkan pada kriteria-kriteria pengujian alat yang telah diuraikan, maka memberikan hasil pengujian sebagai berikut:
1.      Hasil pengujian program PLC saat bekerja
Sebelum melakukan pengujian program PLC, peneliti terlebih dahulu membuat sebuah diagram Ladder sederhana yang menunjukkan proses ketika keseluruhan alat sedang bekerja sesuai dengan fungsinya. Selain program diagram ladder terdapat pula komponen yang tidak kalah penting yaitu relai. Dengan menggunakan relai ini dapat dengan mudah memberikan input dari AVR sistem menuju PLC, demikian dengan pemindahan beban yang menggunakan komponen relai.
2.      Pengujian kerja relai sebagai input PLC dari AVR sistem
Tabel pengujian sistem sebagai input PLC.
Output AVR Sistem
Kondisi Relai
Input PLC
NO
NC
0004
0005
0006
0007
Port C.0
0
1
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
Port C.1
0
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
Pengujian kerja relai yaitu untuk mengetahui apakah relai bekerja sesuai dengan perintah yang telah diberikan pada awal pemograman. Karena sebagai input PLC maka relai harus diperhatikan sesuai dengan alamat input/output PLC agar dalam melakukan sistem kontrol pengaturan pembagian beban PLC tidak salah dalam beroperasi.
3.      Pengujian Sensor Arus ACS 712 20 A.
Uji coba sensor arus yang dilakukan yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran yang terbaca dengan LCD dengan alat ukur amperemeter.
Beban utama
Arus yang Terbaca Sensor (A)
Arus yang Terbaca Amperemeter (A)
Tegangan Keluaran Sensor (V)
Tanpa Beban
0
0
2.5
2 lampu @100 watt
1.03
0.98
2.603
4 lampu @100 watt
2.06
1.96
2.706
6 lampu @100 watt
3.09
2.95
2.809
Penambahan Beban pada Stop Kontak (Alternatif)
-
-
-
Pengujian sensor ACS 712 20 A dilakukan untuk menunjukkan tingkat keakuratan yang terbaca pada LCD selaku indikator dari sensor dari sensor ACS 712 20 A. Selain membandingkan tingkat keakuratan dengan amperemeter, dapat juga mengetahui nilai tegangan keluaran sensor arus ACS 712 20 A.
4.      Perubahan Nilai Arus pada Grup Beban
Tabel perubahan nilai arus pada grup beban utama
Beban Utama
Arus Awal
Relai 1
Relai 2
Arus Akhir
2 lampu @100 watt
1.03
OFF
OFF
1.03
4 lampu @100 watt
2.06
OFF
OFF
2.06
6 lampu @100 watt
3.09
OFF
OFF
2.06
Setrika listrik
4.59
ON
OFF
3.52
3.52
ON
ON
2.49
Tabel perubahan nilai arus pada grup beban cadangan
Beban Cadangan
Arus Awal
Arus Akhir
2 lampu @100 watt
1.03
1.03
Kondisi Relai 1 ON
1.03
2.06
Kondisi Relai 2 ON
2.06
3.09
Kondisi Relai 2 OFF
3.09
2.06
Kondisi Relai 1 OFF
2.06
1.03
Perubahan yang terjadi ketika pada grup beban utama mengalami kelebikan beban (overload), kemudian memicu relai untuk memindahkan sebagian beban pada grup utama menuju grup cadangan. Proses perpindahan beban dengan dibantu relai ini terjadi sebanyak 2 (dua) kali. Selanjutnya setelah 2 kali bekerja maka alarm akan menyala menandakan beban sudah dalam kondisi penuh yang dapat mengakibatkan MCB trip

Pembahasan
Dapat dijelaskan kondisi input dan output untuk berbagai kondisi. Setelah ditekan tombol start maka alat sudah bersiap sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pada kondisi awal yaitu arus dalam kondisi normal, port C.0 (relai NO) dan Port C.1 (relai NO) mengaktifan output 1001 sebagai indikator bahwa arus dalam kondisi normal. Ketika kondisi beban penuh yang pertama Port C.0 (relai NC) mengaktifkan output 1002 sebagai lampu indikator bahwa relai 1 sedang bekerja dan 1003 untuk memerintahkan relai 1 melakukan pemindahan beban sekaligus mematikan lampu kondisi normal (1001).
Jika kondisi arus mengalami lonjakan kembali maka Port C.1 (relai NC) mengaktifkan output 1004 sebagai indikator bahwa relai 2 telah bekerja dan 1005 untuk memerintah relai 2 melakukan pemindahan beban. Apabila kondisi beban penuh, kembali terjadi Port C.2 (relai NC) akan mengaktifkan output 1006 untuk menghidupkan alarm dan lampu bahaya yang menandakan bahwa sedang dalam pemakaian beban penuh dan apabila dipaksakan dan ditambah pemakaian beban akan mengakibatkan MCB trip.
Analisis pengujian kerja relai sebagai input PLC dari AVR sistem dapat dijelaskan bagaimana fungsi relai bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan pada saat penginputan bahasa C melalui software Code Vision. Pengujian dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap kesalahan dalam memberikan input PLC supaya tidak terjadi kegagalan sistem.
Analisis pengujian sensor arus ACS 712 20 A dapat dilihat hasil pembacaan arus yang terdapat pada pembacaan arus yang terdapat pada sensor arus maupun sensor amperemeter.
Analisis perubahan nilai arus pada grup beban menunjukkan perubahan yang terjadi dalam rangkaian grup beban utama. Perubahan yang terjadi menunjukkan relai sudah bekerja sesuai dengan kondisi beban yang dipindahkan ketika terjadi overload pada grup utama. Ketika kondisi sudah kembali pada grup beban utama dan kondisi arus yang terdapat pada beban cadangan kembali seperti semula.  Dan menunjukkan peerubahan yang terjadi pada grup cadangan. Perubahan yang terjadi menunjukkan relai telah bekerja dan beban dari grup utama telah dipindahkan menuju grup cadangan. Indikator yang dilihat ketika terjadi pemindahan beban yaitu dengan melihat pembacaan pada amperemeter. Ketika kondisi sudah kembali dalam keadaan normal relai yang telah berhenti bekerja mengembalikan beban kembali pada grup beban utama dan kondisi arus yang terdapat pada beban cadangan kembali seperti semula.
 Kesimpulan
Sistem pengalih daya otomatis pada kelompok beban dalam satu fasa menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) berhasil dibuat menggunakan sensor arus ACS 712 20 A melalui bantuan AVR sistem. Penggunaan AVR sistem yaitu untuk mengubah sinyal analog yang dihasilkan oleh sensor arus ACS 712 20 A menjadi sinyal digital. Kondisi pertama apabila terdeteksi arus melebihi 3.5 A maka PLC yang sudah menerima sinyal dari AVR sistem akan mengaktifkan relai 1 untuk memindahkan sebagian beban pada grup utama menuju grup cadangan. Kondisi kedua apabila terdeteksi kembali arus melebihi 3.5 A maka PLC akan mengaktifkan relai 2 untuk melakukan pemindahan beban kembali dari grup utama menuju grup cadanagn. Kondisi ketiga apabila arus terdeteksi sudah melebihi 5 A maka PLC kembali mengaktifkan outputnya yaitu berupa alarm dan lampu indikator bahaya yang menandakan bahwa pemindahan beban telah dilakukan semua dan apabila dipaksakan dan terus dilakukan penambahan beban maka akan mengakibatkan MCB trip.
Jadi PLC dapat memberiakan output kepada dua relai ketika arus lebih besar dari 3.5 A dan dapat memberikan peringatan ketika arus sudah melebihi 5 A untuk mencegah trip pada MCB dan mematikan seluruh peralatan elektronik tersebut dan arus kembali normal. Oleh karena itu dibuatlah sistem kontrol pembagi daya otomatis agar dapat dimaksimalkan penggunaan pemakaian listrik.

Daftar pustaka
Anonim. Karakteristik Beban pada Sistem Arus Listrik Bolak – balik. http://saranabelajar.wordpress.com/2010/02/18/karakteristik-beban-pada-sistem-arus-listrik-bolak-balik ac [diunduh pada tanggal 2 Oktober 2012]
Anonim. Macam-macam daya listrik
http://ecaknyo.blogspot.com/2009/08/macam-macam-daya-listrik.html [diunduh pada tanggal 2 Oktober 2012]

Anonim. Pengertian Overload
http://www.sisilain.net/2011/08/pengertian-overload.html [diunduh pada tanggal 3 Oktober 2012]

Bishop, Owen. 2004. Dasar-dasar Elektronika. Jakarta: Erlangga
Bolton, William. 2004 Programmable Logic Controller (PLC). Jakarta: Erlangga
Loveday, George. 1986. Electronic Sourcebook for Engineers Ed.2. London: Pitman
Petruzella, Frank D. 2001. Elektronika Industri. Yogyakarta: ANDI
Suhadi. 2008. Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid 1. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorak Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional
Sumardjati, Prih, dkk. 2008. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional




Tugas 3 BI

TUGAS 3A. PILIHAN KATA DAN KALIMAT EFEKTIF

Pada BAB III Metode Penelitian
Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah dalam membuat suatu penelitian  sehingga tersusun secara sistematis, logis, dan mudah untuk diikuti.
Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah dalam membuat suatu penelitian  sehingga tersusun secara sistematis, logis, dan mudah diikuti.

Pada halaman 41
Jangan lupa untuk juga memeriksa pengaturan fungsi transfer dibagian bawah layar 
Jangan lupa untuk  memeriksa pengaturan fungsi transfer pada bagian bawah layar 

Pada halaman 59
Actual input merupakan nilai yang terbaca dalam kalibrator MC5 sedangkan actual output merupakan nilai yang terbaca pada indikator yaitu avometer.
Actual input merupakan nilai yang terbaca dalam kalibrator MC5 sedangkan actual output merupakan nilai yang terbaca pada indikator yaitu avometer.

Pada halaman 53
kemudian adalah mengisi tabel 3.4 yang merupakan tabel hasil kalibrasi pada pengukuran hambatan.
kemudian mengisi tabel 3.4 yang merupakan tabel hasil kalibrasi pada pengukuran hambatan.

Pada halaman 53
Actual input merupakan nilai sebenarnya atau nilai standar yang terbaca dalam MC5 dari serangkaian resistor yang diukur satu persatu dan dirangkai secara seri, sedangkan actual output merupakan nilai yang tebaca pada avometer dengan cara mengukur satu persatu pada resistor yang telah terangkai seri.

Aktual input merupakan nilai sebenarnya atau nilai standar yang terbaca dalam MC5 dari serangkaian resistor yang diukur satu persatu yang dirangkai secara seri, sedangkan aktual output merupakan nilai yang tebaca pada avometer dengan cara mengukur satu persatu pada resistor yang telah terangkai seri. 

TUGAS 3B. PEMBENTUKAN ISTILAH

1.      1. Kata refrigerasi berasal dari kata refrigeration
Kaidah: Refrigerasi adalah suatu sistem yang memungkinkan untuk mengatur suhu sampai mencapai suhu di bawah suhu lingkungan.

2.      2. Kata teknologi berasal dari kata technology
Kaidah: Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

3.      3. Kata teknik berasal dari kata technic
Kaidah: Teknik atau rekayasa (bahasa Inggris: engineering) adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. 

4.      4. Kata sistem berasal dari kata system
Kaidah: sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan

5.      5. Kata elektronika berasal dari kata electronic
      Kaidah: Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektronatau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya

6.     6.  Kata konversi berasal dari kata convertion
      Kaidah: perubahan dari satu sistem pengetahuan ke sistem yang lain

7.      7. Kata termodinamik berasal dari kata thermodinamic
      Kaidah: Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan') adalah fisika energi , panas, kerja,entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.

tugas 4 BI

Edmodo Kelompok 3