Saturday, 1 March 2014

BUATLAH PERBAIKAN SEDIKITNYA 10 HAL YANG ANDA TEMUI. PERBAIKI EYD NYA.

1.       BAB I PENDAHULUAN
                                Sebelum perbaikan:
Terdapat beberapa alat ukur standar yang bisa menjadi acuan untuk dibandingkan dengan alat ukur lain pada saat pengkalibrasian, salah satunya adalah MC5 atau multifunction calibrator.
                                Setelah perbaikan:
Terdapat beberapa alat ukur standar yang bisa menjadi acuan untuk dibandingkan dengan alat ukur lain pada saat pengkalibrasian, salah satunya adalah MC5 atau multifunction calibrator.

2.       BAB I PENDAHULUAN
                                Sebelum perbaikan:
MC5 merupakan suatu kalibrator multifungsi yang berkemampuan untuk  mengkalibrasi hambatan, arus, tegangan, suhu, tekanan hingga frekuensi.
                                Setelah perbaikan:
MC5 merupakan suatu kalibrator multifungsi yang berkemampuan untuk:  mengkalibrasi hambatan, arus, tegangan, suhu, tekanan hingga frekuensi.

3.       BAB I PENDAHULUAN
Sebelum perbaikan:
Multimeter atau yang biasa dikenal orang dengan AVO Meter adalah suatu instrumen alat ukur komponen yang didalamnya terdapat kemampuan mengukur voltmeter, ohmmeter  maupun amperemeter sehingga kita dapat mengetahui nilai tegangan, hambatan, atau arus.
                        Setelah perbaikan:
Multimeter atau yang biasa dikenal orang dengan AVO Meter adalah suatu instrumen alat ukur komponen yang didalamnya terdapat kemampuan mengukur voltmeter, ohmmeter, maupun amperemeter sehingga kita dapat mengetahui nilai tegangan, hambatan, atau arus.

4.       BAB I PENDAHULUAN
Sebelum perbaikan:
Dr. Soedjana Sapien dan Dr. Osamu Nishino, Pengukuran Dan Alat-alat Ukur Listrik, Jakarta: PT. Pradnya Paramita, 1994, hlm. 19
Setelah perbaikan:
Sapien. Soedjana dan Nishino. Osamu, Pengukuran dan Alat-Alat Ukur Listrik (Jakarta: PT. Pradnya Paramita), hlm.19.

5.       BAB II KERANGKA TEORETIS DAN KERANGKA BERFIKIR
Sebelum perbaikan:
Agar alat ukur ini tetap siap unutk pengukuran-pengukuran yang teliti, maka sebaiknya dilakukan kalibrasi secara berkala, dalam interval waktu antara setengan tahun sampai dengan setahun.
Setelah perbaikan:
Agar alat ukur ini tetap siap untuk pengukuran-pengukuran yang teliti, maka sebaiknya dilakukan kalibrasi secara berkala, dalam interval waktu antara setengan tahun sampai dengan setahun.

6.       BAB II KERANGKA TEORETIS DAN KERANGKA BERFIKIR
           Sebelum perbaikan:
Sebab-sebab kesalahan dalam pengukuran dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan, yaitu  keteledoran, kesalahan sistematika dan kesalahan tidak disengaja. 
                       Setelah perbaikan:
Sebab-sebab kesalahan dalam pengukuran dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan, yaitu: keteledoran, kesalahan sistematika, dan kesalahan tidak disengaja.

7.       BAB II KERANGKA TEORETIS DAN KERANGKA BERFIKIR  
           Sebelum perbaikan:
Resolusi merupakan nilai skala terkecil / suatu ekspresi kuantitatif dari kemampuan alat penunjuk untuk perbedaan yang cukup berarti antara nilai yang terdekat dari jumlah yang ditunjukkan. 
                      Setelah perbaikan:
Resolusi merupakan nilai skala terkecil/suatu ekspresi kuantitatif dari kemampuan alat penunjuk untuk perbedaan yang cukup berarti antara nilai yang terdekat dari jumlah yang ditunjukkan.

8.       BAB V KESIMPULAN
Sebelum perbaikan:
Avometer analog Sanwa360TRF (SYX-A) memiliki tingkat keakuratan sebesar 0,30 untuk pengukuran tegangan, 0,58 untuk pengukuran arus, dan 0,68 untuk pengukuran hambatan. 
 Setelah perbaikan:
Avometer analog Sanwa360TRF (SYX-A) memiliki tingkat keakuratan sebesar 0.30 untuk pengukuran tegangan, 0.58 untuk pengukuran arus, dan 0.68 untuk pengukuran hambatan. 

9.       BAB II KERANGKA TEORETIS DAN KERANGKA BERFIKIR
            Sebelum perbaikan:
MC5 tidak mengharuskan untuk menyimpan as left calibration.
            Setelah perbaikan:
MC5 tidak mengharuskan untuk menyimpan as left calibration.

10.   BAB III METODE PENELITIAN
            Sebelum perbaikan:
Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: kalibrator MC5, avometer analog Sanwa YX360TRF dan constant AM47 serta avometer digital Constant 89, Sanwa CD800a, Mastech 8250A dan Dekko 99CF saerta power suply DC. 
             Setelah perbaikan:
Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: kalibrator MC5, avometer analog Sanwa YX360TRF, dan constant AM47 serta avometer digital Constant 89, Sanwa CD800a, Mastech 8250A dan Dekko 99CF saerta power suply DC. 



Buatlah 5 istilah di bidang teknik elektro yang berasal dari bahasa asing yang Anda kembangkan sendiri. Tata urutannya :  istilah asing yang diserap/diterjemahkan, istilah asingnya, kaidah yang digunakan, arti dan makna istilah secara teknik elektro.

1.       Resolusi
Berasal dari kata resolution
Resolusi merupakan nilai skala terkecil/suatu ekspresi kuantitatif dari kemampuan alat penunjuk untuk perbedaan yang cukup berarti antara nilai yang terdekat dari jumlah yang ditunjukkan.

2.       Akurasi
Berasal dari kata akuration
Akurasi merupakan kemampuan dari alat ukur untuk memberikan indikasi kedekatan terhadap harga sebenarnya dari objek yang diukur.

3.       Presisi
Berasal dari kata presition
Berbeda dengan akurasi, presisi adalah kecenderungan data yang diperoleh dari perulangan mengindikasikan kecilnya simpangan (deviasi).

4.       Eksperimen
Berasal dari kata experiment
adalah suatu set tindakan dan pengamatan, yang dilakukan untuk mengecek atau menyalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antara gejala.

5.       Kalibrasi
Berasal dari kata calibration
Yaitu serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.


Tugas 1

TUGAS 1



Bacalah skripsi mahasiswa program studi Anda dan tulis judul serta buat kerangka karangannya. Berikan komentar singkat Anda terhadap isi skripsi

 
KERANGKA KARANGAN

BAB I PENDAHULUAN

         1.1   Latar Belakang Masalah
         1.2   Identifikasi Masalah
         1.3   Batasan Masalah
         1.4   Perumusan Masalah
         1.5   Tujuan Penelitian
         1.6   Kegunaan Penelitian

BAB II KERANGKA TEORETIS DAN KERANGKA BERFIKIR

2.1 Kerangka Teoretis
2.1.1          Definisi Pengukuran
2.1.2          Definisi Kalibrasi
2.1.3          Teori Keakuratan
2.1.4          Ukuran Standar Kelistrikan
2.1.5          Avometer
2.1.6          Spesifikasi Avometer
2.1.7          Multifunction Calibration
2.2   Kerangka Berfikir

BAB III METODE PENELITIAN

           3.1   Tempat Dan Waktu Penelitian
           3.2   Metode Penelitian
           3.3   Rancangan Penelitian
           3.4   Prosedur Penelitian
           3.5   Alat Dan Bahan
           3.6   Teknik Pengambilan Data
           3.7   Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

         4.1   Hasil Penelitian
4.1.1          Hasil Kalibrasi Tegangan
4.1.2          Hasil Kalibrasi Arus
4.1.3          Hasil Kalibrasi Tahanan
4.1.4          Perbandingan Hasil Kalibrasi Tegangan 
4.1.5          Perbandingan Hasil Kalibrasi Arus
4.1.6          Perbandingan Hasil Kalibrasi Tahanan 
4.1.7          Perbandingan Hasil Kesalahan
           4.2   Pembahasan
4.2.1          Tingkat Keakuratan Dan Kesalahan Avometer
4.2.2          Tingkat Kesalahan Tertinggi Masing-Masing Avometer
4.2.3          Nilai Keakuratan Avometer

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

              5.1   Kesimpulan
              5.2   Saran




CARILAH 5 SUMBER YANG DISEBUT DALAM SKRIPSI TERSEBUT ATAU PEMBANDING ARTIKEL YANG ANDA UNDUH LEWAT INTERNET. DAPAT JUGA DICARI LEWAT PERPUSTAKAAN.

 



1.       Dr. Soedjana Sapien dan Dr. Osamu Nishino, Pengukuran dan Alat-Alat Ukur Listrik, (Jakarta: PT. Pradnya Paramita), hlm.19.
Standar IEC no. 13B-23 menspesifikasikan bahwa keteliatian-ketelitian dari alat ukur penunjuk termasuk alat ukur dari kumparan putar harus diberikan menurut klasifikasi dalam “8 kelas”. Kelas tersebut adalah kelas: 0.05, 0.1, 0.2, 0.5, 1, 1.5, 2.5, 5. Dimaksudkan bahwa kesalahan dari alat ukur menurut klasifikasi seperti diberikan di atas, adalah didalam batas-batas ukur penting seharusnya ada dalam batas-batas masing-masing x sebagai 0.05%, 0.1%, 0.2%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2.5%, 5%, secara relatif kepada harga maksimumnya untuk masing-masing kelas tersebut diatas.

2.       Daryanto, Keterampilan Jurusan Teknik Listrik, (Jakarta: Satu Nusa, 2010), Hlm. 129.
Pada prinsipnya memilih alat ukur listrik adalah upaya untuk mendapatkan alat ukur yang sesuai dengan besaran-besaran listrik yang hendak diketahui nilai besarannya. Memilih alat ukur berkaitan dengan upaya untuk menentukan nilai kuantitas besaran listrik yang esensial yang hendak diketahui nilai besarannya.

3.       Sri Waluyanti, Pengukuran Listrik Untuk SMK, (Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, 2008), hlm.1.
Kesalahan adalah penyimpangan variabel yang diukur dari harga (nilai) yang sebenarnya.

4.       Dr. Soedjana Sapien dan Dr. Osamu Nishino, Pengukuran dan Alat-Alat Ukur Listrik, (Jakarta: PT. Pradnya Paramita), hlm.20.
Bagiab-bagian yang bergerak dari alat ukur telah dibuat sedemikian rupa, sehingga memungkinkan pengaturan-pengaturan yang terbatas, dan dengan demikian, bila alat ukur tersebut dipakai dengan letak yang tidak ditentukan, maka posisi alat penunjuknya mungkin berbeda dan menghasilkan kesalahan.

5.       Beamex Oy Ab, A Basic Calibration Program, ( Finland: Beamex, 2003), hlm.28.
Kalibrasi adalah perbandingan dua perangkat atau sistem pengukuran, salah satunya adalah alat standar dan satu lagi merupakan alat uji atau alat ukur.

6.       William David Cooper, Instrumen dan Teknik Pengukuran, (Jakarta: Erlangga, 2004), hlm.2.

Ketepatan (presisi) terdiri dari dua karakteristik, yaitu kesesuaian (conformity) dan jumlah angka yang berarti (significant figures) terhadap mana suatu pengukuran dapat dilakukan. 

tugas 4 BI

Edmodo Kelompok 3