TUGAS 1
|
Bacalah
skripsi mahasiswa program studi Anda dan tulis judul serta buat kerangka
karangannya. Berikan komentar singkat Anda terhadap isi skripsi
|
KERANGKA KARANGAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
1.2
Identifikasi Masalah
1.3
Batasan Masalah
1.4
Perumusan Masalah
1.5
Tujuan Penelitian
1.6
Kegunaan Penelitian
BAB II KERANGKA TEORETIS DAN KERANGKA BERFIKIR
2.1 Kerangka
Teoretis
2.1.1
Definisi Pengukuran
2.1.2
Definisi Kalibrasi
2.1.3
Teori Keakuratan
2.1.4
Ukuran Standar Kelistrikan
2.1.5
Avometer
2.1.6
Spesifikasi Avometer
2.1.7
Multifunction
Calibration
2.2
Kerangka Berfikir
BAB III METODE PENELITIAN
3.1
Tempat Dan Waktu Penelitian
3.2
Metode Penelitian
3.3
Rancangan Penelitian
3.4
Prosedur Penelitian
3.5
Alat Dan Bahan
3.6
Teknik Pengambilan Data
3.7
Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil Penelitian
4.1.1
Hasil Kalibrasi Tegangan
4.1.2
Hasil Kalibrasi Arus
4.1.3
Hasil Kalibrasi Tahanan
4.1.4
Perbandingan Hasil Kalibrasi Tegangan
4.1.5
Perbandingan Hasil Kalibrasi Arus
4.1.6
Perbandingan Hasil Kalibrasi Tahanan
4.1.7
Perbandingan Hasil Kesalahan
4.2
Pembahasan
4.2.1
Tingkat Keakuratan Dan Kesalahan Avometer
4.2.2
Tingkat Kesalahan Tertinggi Masing-Masing
Avometer
4.2.3
Nilai Keakuratan Avometer
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
5.2
Saran
|
CARILAH 5 SUMBER YANG DISEBUT DALAM SKRIPSI TERSEBUT ATAU PEMBANDING
ARTIKEL YANG ANDA UNDUH LEWAT INTERNET. DAPAT JUGA DICARI LEWAT PERPUSTAKAAN.
|
1.
Dr. Soedjana Sapien dan Dr. Osamu Nishino, Pengukuran dan Alat-Alat Ukur Listrik,
(Jakarta: PT. Pradnya Paramita), hlm.19.
Standar IEC no. 13B-23
menspesifikasikan bahwa keteliatian-ketelitian dari alat ukur penunjuk termasuk
alat ukur dari kumparan putar harus diberikan menurut klasifikasi dalam “8
kelas”. Kelas tersebut adalah kelas: 0.05, 0.1, 0.2, 0.5, 1, 1.5, 2.5, 5.
Dimaksudkan bahwa kesalahan dari alat ukur menurut klasifikasi seperti
diberikan di atas, adalah didalam batas-batas ukur penting seharusnya ada dalam
batas-batas masing-masing x sebagai
0.05%,
0.1%,
0.2%,
0.5%,
1%,
1.5%,
2.5%,
5%, secara relatif kepada harga maksimumnya untuk
masing-masing kelas tersebut diatas.
2.
Daryanto, Keterampilan
Jurusan Teknik Listrik, (Jakarta: Satu Nusa, 2010), Hlm. 129.
Pada prinsipnya memilih alat ukur listrik adalah upaya untuk
mendapatkan alat ukur yang sesuai dengan besaran-besaran listrik yang hendak
diketahui nilai besarannya. Memilih alat ukur berkaitan dengan upaya untuk
menentukan nilai kuantitas besaran listrik yang esensial yang hendak diketahui
nilai besarannya.
3.
Sri Waluyanti, Pengukuran Listrik Untuk SMK, (Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar
dan Menengah, 2008), hlm.1.
Kesalahan adalah penyimpangan variabel yang diukur dari
harga (nilai) yang sebenarnya.
4.
Dr. Soedjana Sapien dan Dr. Osamu Nishino, Pengukuran dan Alat-Alat Ukur Listrik,
(Jakarta: PT. Pradnya Paramita), hlm.20.
Bagiab-bagian yang bergerak dari alat ukur telah dibuat
sedemikian rupa, sehingga memungkinkan pengaturan-pengaturan yang terbatas, dan
dengan demikian, bila alat ukur tersebut dipakai dengan letak yang tidak
ditentukan, maka posisi alat penunjuknya mungkin berbeda dan menghasilkan
kesalahan.
5.
Beamex Oy Ab, A Basic Calibration Program, ( Finland: Beamex, 2003), hlm.28.
Kalibrasi adalah perbandingan dua perangkat atau sistem
pengukuran, salah satunya adalah alat standar dan satu lagi merupakan alat uji
atau alat ukur.
6.
William David Cooper, Instrumen dan Teknik Pengukuran, (Jakarta: Erlangga, 2004), hlm.2.
Ketepatan (presisi) terdiri dari dua karakteristik, yaitu
kesesuaian (conformity) dan jumlah
angka yang berarti (significant figures)
terhadap mana suatu pengukuran dapat dilakukan.
No comments:
Post a Comment